264 Warga Sipil Tewas oleh Pemberontak Bersenjata di Kongo

Ilustrasi: Perempuan dan anak-anak di Kongo mengungsi setelah sebuah pasar desa dibakar.

Mereka dibunuh oleh kelompok bersenjata dalam lebih dari 72 serangan terhadap berbagai desa antara April dan September 2012.

Juru bicara PBB, Martin Nesirky, mengatakan di Markas PBB, New York, Rabu (14/11) waktu setempat, mengatakan sedikitnya sudah 264 orang tewas, termasuk 83 anak-anak, di Masisi selatan di bagian timur Republik Demokratik Kongo (DRC). Mereka dibunuh oleh kelompok bersenjata dalam lebih dari 72 serangan terhadap berbagai desa antara April dan September 2012.

Kelompok Raia Mutomboki bersekutu dengan kelompok Mayi Mayi, memimpin serangan suku terhadap orang Hutu, kelompok etnik yang tinggal di Rwanda, DRC timur, dan Burundi.

Satu lagi kelompok oposisi di wilayah tersebut, kelompok Nyatura, dinyatakan bertanggungjawab atas pelanggaran hak asasi manusia, termasuk pembunuhan. Kebanyakan di lingkungan Tembo. Aksi itu “kadangkala dilakukan dengan bekerjasama dengan Pasukan Demokratis bagi Pembebasan Rwanda (FDLR)”, kata Nesirky.

Kelompok itu telah meningkatkan kekuatan dan kerusakan di wilayah tersebut sementara perhatian masyarakat internasional tertuju kepada kelompok pemberontak M-23, yang juga telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia sejak April lalu.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon telah berbicara terbuka menentang kekerasan yang dilakukan pemberontak bersenjata itu.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>