Nurul Arifin: Nomor Induk Kependudukan (NIK) e-KTP Berbeda dengan KTP Lama

JAKARTA- Program Kartu Tanda Penduduk elektronik atau electronic-KTP (e-KTP)  yang diluncurkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada bulan Februari 2011  di harapkan tidak memancing masalah dikemudian hari. “KTP lama jangan lupa di-copy sebanyak-banyaknya. Karena e-KTP baru, KTP yang lama dikembalikan dan dituker dengan e-KTP saat pengambilan,” ungkap anggota Komisi II DPR Nurul Arifin kepada media, Rabu (12/9/2012).

Langkah ini penting karena data diri di akta perjanjian di notaris dan akta-akta lainya seperti akta jual-beli, buku tabungan Bank, STNK, BPKB motor/mobil menggunakan KTP lama. Sekedar berjaga ketimbang bermasalah saat perpanjangan pajak atau sertifikat rumah. ”Karena e-KTP baru nomor NIK-nya berbeda dengan KTP lama,” kata Nurul.

Politisi perempuan dari Partai Golkar yang lahir pada 18 Juli 1966 ini engan mengantisipasi lebih dini, diharapkan tidak ada masalah dalam realisasi e-KTP. Menurut Nurul, kalau masih ada masalah, Komisi II DPR siap menerima aspirasi masyarakat. ”Yang penting diinformasikan ke teman-teman supaya tidak muncul kesulitan di kemudian hari,” demikian Nurul.

Sebagai informasi, penerapan KTP Elektronik (e-KTP) merupakan amanat dari Undang-Undang (UU) nomor 23 tahun 2006 dan serangkaian peraturan lainnya seperti peraturan UU nomor 35 tahun 2010 yang menyatakan aturan tata cara dan implementasi teknis dari e-KTP yang dilengkapi dengan sidik jari dan chip.

Program e-KTP di Indonesia telah dimulai semenjak tahun 2009 dengan ditunjuknya empat kota sebagai proyek percontohan e-KTP nasional. Adapun kota tersebut adalah Padang, Makasar, Yogyakarta, dan Denpasar. Ditunjuknya empat kota ini sesuai dengan Surat Dirjen Administrasi Kependudukan Departemen Dalam Negeri nomor 471. 13/ 3350/MD tentang pelaksanaan e-KTP berbasis NIK Nasional di empat kota percontohan tersebut. Sedangkan penerapan e-KTP secara nasional baru dimulai pada bulan Februari 2012, meliputi 2348 kecamatan dan 197 kabupaten/kota pada tahun 2011 dan di 3886 di kecamatan dan 300 di kabupaten/kota pada tahun 2012.

E-KTP sangat perlu untuk dapat menciptakan sistem administrasi kependudukan yang rapi dan teratur dalam rangka mempermudah pemberian pelayanan publik oleh pemerintah kepada seluruh masyarakat. Pemanfaatan e-KTP diharapkan dapat berjalan lancar karena memiliki fungsi dan kegunaan yang sangat membantu pemerintah dan masyarakat yang bersangkutan dalam hal pemberian dan pemanfaatan pelayanan publik. (GK)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>